» Polisi: Penyerangan Gereja Bukan Teror karena tidak pakai Bom
Bagikan sekarang untuk informasi bagi kerabat Anda.
Article information
  • Tanggal: 11-02-2018, 03:39
11-02-2018, 03:39

"Polisi: Penyerangan Gereja Bukan Teror karena tidak pakai Bom"

Polisi: Penyerangan Gereja Bukan Teror karena tidak pakai Bom

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Yulianto menyatakan, penyerangan yang terjadi di Gereja St Lidwina, Sleman oleh seorang pria yang membawa pedang samurai bukan termasuk aksi teror. Menurut Yulianto, walaupun kejadian tersebut terjadi di gereja, aksi itu hanya sebuah kasus penganiayaan.

“Kalau teror kan pake bom. Ini orang bacok jadi termasuk kasus penganiayaan,” kata Yulianto saat diminta konfirmasi pada Ahad, 11 Februari 2018.

melakukan ibadah Misa. Terekam dalam sebuah video yang diterima Tempo, pria itu memasuki gereja, menyerang dan mengacungkan pedangnya.

Belakangan, pelaku telah diketahui bernama Suliyono, seorang mahasiswa berumur 23 tahun. Ia melukai empat orang jemaat setelah memasuki gereja lalu berjalan ke altar dan melukai Romo Prier yang sedang memimpin Misa.

“Umat sedang menyanyi dalam acara kemuliaan, lalu ada seorang membawa pedang dan melukai beberapa orang sebelum berjalan ke altar,” ujar Heni, saksi dalam kejadian tersebut.

Artikel ini disalin dari Tempo.co

Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.