» Viral, Jadi Korban Penganiayaan Orang Tuanya, Bocah Ini Trauma Melihat Emak-emak
Bagikan sekarang untuk informasi bagi kerabat Anda.
Article information
  • Tanggal: 21-05-2018, 14:16
21-05-2018, 14:16

"Viral, Jadi Korban Penganiayaan Orang Tuanya, Bocah Ini Trauma Melihat Emak-emak"

Loading...
Viral, Jadi Korban Penganiayaan Orang Tuanya, Bocah Ini Trauma Melihat Emak-emak


Unggahan netizen tentang bocah yang jadi korban penganiayaan ibu kandungnya sendiri viral.

Unggahan dalam bentuk foto dan video diposting oleh akun Facebook Yoyon Riadi pada 7 Mei 2018.

Dalam unggahannya itu, sang anak mengaku bahwa telah dianiaya berulang kali oleh orang tuanya.

Kemudian unggahan Yoyon ini pun viral.

Kejadian bocah yang dianiaya itu dibenarkan oleh Kapolres Seluma, AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Reskrim AKP Margopo menjelaskan, hasil pemeriksaan bahwa benar bocah berinisial MSP (10) sering dipukul dengan alasan bandel.

"Dia sering dipukuli dengan alasan nakal dan itu berulang-ulang dilakukan oleh kedua orangtuanya," kata Margopo dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

MSP ini adalah warga Desa Karang Dapo, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Ia dianiaya oleh ibunya kandungnya MR (25) dan ayah tirinya, BN (50).

MSP sering dipukul dengan ikat pinggan dan sepatu di wajah dan dadanya.

Bahkan sering juga kepalanya dipukul sampai babak belur.

Akibatnya MSP takut dan tidak berani pulang ke rumah.

Beruntung, Polres Seluma cepat tanggap dan menetapkan kedua orang tua MSP menjadi tersangka.

Kini MSP ditangani oleh pemerintah dengan melibatkan Sakti Peksos Kemensos RI, Pemda Seluma, Dinkes, DP3AKB dan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP2A).

Yayan Sudianto, Sakti Peksos Kemensos RI yang mendampingi korban menjelaskan MSP sekarang tinggal di rumah seorang pegawai Dinkes Seluma.

Namun, akibat kekerasan yang dialaminya MSP masih trauma.

Yayan mengatakan korban agak taku bertemu dengan orang yang baru dikenalnya, apalagi ibu-ibu.

"Ia paling takut melihat emak-emak yang baru dikenal," terang Yayan.

Tapi secara umum kondisi kejiwaan korban sudah mulai stabil.

Menurut Yayan, semua pihak berperan sesuai tugas dalam menangani kasus kekerasan ini.

Dan dalam jangka panjang bila sudah pulih maka korban akan dititpkan di panti asuhan anak.

Artikel ini disalin dari Grid.id

Loading...
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.