» Apakah Anies-Sandi 'Mark Up' Anggaran Proyek Rp40 Triliun? Padahal Era Jokowi hanya Rp30 Triliun
Bagikan sekarang untuk informasi bagi kerabat Anda.
Article information
  • Tanggal: 7-02-2018, 00:23
7-02-2018, 00:23

"Apakah Anies-Sandi 'Mark Up' Anggaran Proyek Rp40 Triliun? Padahal Era Jokowi hanya Rp30 Triliun"

Loading...
Apakah Anies-Sandi 'Mark Up' Anggaran Proyek Rp40 Triliun? Padahal Era Jokowi hanya Rp30 Triliun

Pembangunan terowongan multifungsi atau deep tunnel diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 30 triliun. Dengan jumlah dana sebesar itu dapat dibangun terowongan sepanjang 26 kilometer dengan diameter 13 meter.

Direktur Eksekutif Indonesia Water Institute, Firdaus Ali, mengatakan saat ini sudah banyak investor swasta dari dalam maupun luar negeri yang sudah menyatakan keinginannya untuk membangun deep tunnel di Jakarta.

Menurut Firdaus, ketertarikan investor, salah satunya, disebabkan proyeksi anggaran yang dibutuhkan, tidak sebesar seperti yang diungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempuper), yakni mencapai Rp 46 triliun.

"Anggaran sebesar itu (Rp 30 triliun) untuk membangun terowongan dalam tanah sepanjang 26 kilometer dengan diameter 13 meter,” kata Firdaus seusai bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (13/2). beritasatu

Era Anies-Sandi Rp 40 Triliun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana melanjutkan proyek pembangunan terowongan pengendali banjir atau dinamakan Jakarta Integrated Tunnel (JIT). Proyek ini akan digarap oleh PT Antaredja Mulia Jaya.

"Kemungkinam di pertengahan tahun depan, kami akan groundbreaking," kata Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya M. L. Wibisono di Balai Kota DKI, Rabu, 20 Desember 2017.

Kedua rute tersebut memiliki panjang masing-masing 12 kilometer dengan diameter 12 meter. Rinciannya, 9 kilometer untuk jalan tol dan 3 kilometer untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial. Di ujung kedua terowongan nantinya akan dibangun waduk guna menampung air.

Rencananya, proyek pengendali banjir Anies Baswedan ini menelan biaya sebesar Rp 40 triliun dan didanai oleh pihak swasta dengan skema public private partnership. "Tidak akan membebani APBD dan APBN," ujarnya. Pembangunannya sendiri ditargetkan rampung dalam tiga tahun atau pada 2021.

Artikel ini disalin dari Tempo.co

Loading...
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.