» Selain Residivis Kasus Pembunuhan, Wali Murid Pelaku suka Pinjam Uang ke Guru yang Dipukulnya
Bagikan sekarang untuk informasi bagi kerabat Anda.
Article information
  • Tanggal: 14-02-2018, 16:42
14-02-2018, 16:42

"Selain Residivis Kasus Pembunuhan, Wali Murid Pelaku suka Pinjam Uang ke Guru yang Dipukulnya"

Loading...
Selain Residivis Kasus Pembunuhan, Wali Murid Pelaku suka Pinjam Uang ke Guru yang Dipukulnya

Penganiayaan yang dilakukan orang tua murid terhadap kepala sekolah membuat dunia pendidikan kembali tercoreng.

Aksi itu menimpa seorang kepala sekolah di SMP 4 Lolak, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara.

Berikut Tribun Jabar rangkum dari Tribun Manado, fakta yang menyebabkan Astri Tampi (57), kepsek SMP 4 Lolak mengalami luka di tangan, hidung patah, lebam di kepala terkena kaca, sakit di punggung akibat dianiaya DP (41) yang tak lain merupakan orang tua dari anak didiknya, yang berinisial P.

1. Pelaku Awalnya ramah, Kemudian Menjadi Buas

Salah satu guru di SMP Negeri 4 Lolak, Nursiah Saka, mengatakan, tidak ada gelagat mencurigakan dari DP ketika masuk ke dalam ruangan guru.

"Tersangka datang di sekolah terlihat biasa dan ramah karena memberikan salam kepada guru-guru di sekolah," ucap Nursiah Saka, satu di antara guru SMP Negeri 4 Lolak didampingi beberapa guru, Rabu (14/2/2018) seperti dilansir dari Tribun Manado.

Setelah itu, tersangka masuk ke ruangan kepsek untuk menandatangani surat pernyataan sebagai orangtua karena anaknya terduga mengunggah foto alat tes kehamilan yang seharusnya tidak menjadi perbincangan pada usia mereka.

2. Pelaku Merupakan Residivis Kasus Pembunuhan

Joni Sengkey, suami Astri Tampi, mengatakan, DP dikenal sebagai residivis kasus pembunuhan.

Namun DP sudah memperlihatkan perubahan sikap.

"Ia rajin masuk gereja, istrinya pun majelis," kata dia.

3. Keluarga Korban dan Pelaku Punya Hubungan Cukup Dekat

Joni mengatakan, pelaku penganiayaan memiliki hubungan yang cukup dengan keluarganya.

Bahkan DP beberapa kali meminjam uang pada istrinya.

"Ini masalah sepele, tapi dia sepertinya hendak membunuh istri saya," kata dia.

"Jarak rumah kami sekira 300 meter, dia juga sering minta tolong pada saya," kata dia yang berprofesi sebagai Sangadi Desa Labuan Uki itu.

Artikel ini disalin dari TribunNews.com

Loading...
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.